SUNGAI
MAMBERAMO___Perjalanan
siang itu sangat begitu melelahkan. Rasa haus yang dirasakan oleh tenaga kesehatan
yang sedang melakukan pendataan terhadap warga setempat. Saat itu pendataan
sedang di lakukan pada rumah-rumah warga didaerah pinggiran sungai. Hamparan sungai bercampur lumpur membuat
warna yang tampak begitu keruh dan gelap. Terik panas yang memancar membuat
kulit seperti terbakar, sehingga yang dirasa adalah menusuk bawah kulit.
Tawa canda anak-anak terdengar sangat jelas.
Suara melengking itu di dapat pada area hantaran pinggiran sungai. Ternyata
“sungai tidak hanya sebagai jalur transportasi, di sini sungai menjadi
pendamping. Anak-anak banyak menghabiskan waktunya di tepi sungai, bermain”.
Mereka bersama-sama bermandikan air pinggiran sungai sambil bermain-main dengan
lumpur.
Sangat jelas air itu sangat keruh dan kurang bersih. Tetapi hal yang
mereka lakukan sudah menjadi kebiasaan hidup bagi mereka. Keseruan bagi mereka
membuat mereka lupa akan hal sehat. Air yang tidak bersih dapat menyebabkan
banyak hal pada penyakit, salah
satunya adalah penyakit kulit.
Kegiatan mereka pun tidak didampingi oleh
orangtuanya. Anak-anak disana seperti aman-aman saja. Mereka melakukan kegiatan
bermain di pinggir sungai, karena mereka kegerahan dengan kondisi cuaca yang
begitu terik. Mereka akan melakukannya kembali disaat mereka kegerahan.
Peralatan yang mereka gunakan adalah lumpur. Sama sekali mereka tidak
menggunakan peralatan mandi seperti sabun, sikat gigi, pasta gigi, sampo, dan
sebagainya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar