Gambar ini
diambil di daerah Alang-alang, Distrik Mamberamo Tengah, Kasonaweja, Kabupaten
Mamberamo Raya. Gambar ini diambil pada tanggal 11 Juni 2014, berkisar jam 9
pagi waktu setempat, di rumah warga di pemukiman yang telah disediakan oleh
pemerintah yang telah dihuni oleh keluarga penduduk asli daerah tersebut.
Saat
pengambilan gambar tersebut saya telah meminta ijin kepada kepala rumah tangga
serta ibu yang bertindak sebagai tenaga pengolah makanan di rumah tersebut. “Mama”
sebutan untuk wanita yang telah dewasa, tetapi pengucapannya adalah “mamak”.
Mama menceritakan bagaimana saat mama menyediakan air untuk minum di rumah
tersebut. Air yang mama gunakan adalah air yang berasal dari tandon penampung
air hujan yang terdapat di depan rumah. Apabila tandon itu kosong, dan hujan
tidak kunjung datang, maka mama menggunakan air sungai yang dibawa oleh mobil
tangki keliling yang mengangkut air untuk dijual kepada masyarakat. Air
tersebut dimasak terlebih dahulu hingga mendidih. Mereka menggunakan tungku
untuk memasak, dengan bahan bakar kayu bakar. Setelah air tersebut matang
barulah dipindahkan ke dalam tempat penyimpanan air, dimana mereka menggunakan
toples plastik besar untuk menyimpannya. Toples itu tertutup, dan saat akan
menggunakan air di dalamnya, mereka menggunakan gayung kecil.
Air sebagai
salah satu zat gizi yang diperlukan tubuh, wajib tersedia setiap saat. Air
hujan dan air sungai pun dapat layak diminum, asalkan dimasak terlebih dahulu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar